14.11.13

MFO - Marine Fuel Oil Part-1

Tentang MFO :
 
MFO ( Marine Fuel Oil ) adalah produk penyulingan minyak bumi, dimana dihasilkan setelah residu dan sebelum aspal.
MFO memiliki berat jenis 860 kg/m3 dan nilai panas pembakaran ( HV ) 10.000 kcal/h.
Dipasaran indonesia MFO yang diperdagangkan memiliki kekentalan 180-480 cst ( terbanyak 380 cst ) dengan ukuran partikel 0-100 mikrometer dan memiliki kecenderungan pengumpalan partikel menjadi aspal
 
MFO saat ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pemanas boiler (sebagai pengganti residu), bahan bakar mesin diesel pada kapal laut dan pembangkit listrik (pengganti solar/HSD)
Pemanfaatan MFO sebagai bahan bakar tidak dapat diaplikasikan secara langsung, akan tetapi harus melalui proses treatment yang bertujuan untuk menurunkan viscositas/kekentalan dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar (untuk menghindari sumbatan pada nozzle)
 
Treatment MFO sebagai bahan bakar pada boiler dan mesin diesel merupakan system yang sederhana akan tetapi dengan instrumen yang komplek untuk mengendalikan proses.
Proses treatment untuk penyeragaman partikel MFO saat ini ada 2 jenis, yaitu system penyaringan menggunakan sparator dan system pemecahan partikel menggunakan homogenizer
Sedangkan system treatment untuk mengendalikan viscositas / kekentalan sama untuk kedua jenis treatment penyeragaman partikel dengan cara pemanasan
 
Treatment MFO sebagai bahan bakar mesin diesel :
 
Syarat -syarat yang harus dipenuhi pada mesin :
- Mesin diesel merupakan jenis mesin diesel putaran rendah < 1000 rpm
- Perbandingan kompresi ruang bakar max 1:12
- Penggunaan katup silinder dengan ketahanan temperatur tinggi (nilai panas MFO lebih tinggi dari Solar/HSD)
- Nozzle injector memiliki jalur pendingin air
- Turbo pemampat udara dilengkapi saluran pendingin yang menghembuskan udara  ke turbin
- Ring piston dengan ketahanan temperatur tinggi, biasanya jenis keramik
- Seal pada saluran bahan bakar termasuk plunger barrel menggunakan bahan tahan belerang dan panas
 
Syarat -syarat yang harus dipenuhi pada system treatment MFO :
- Ukuran partikel MFO < 30 mikrometer
- Viscositas max 12 cst (range yang dapat diterima mesin diesel 7 s/d 12 cst)
- Menurunkan kandungan air berlebih dalam MFO
- Menjaga MFO dari crack / kerusakan karena pemanasan
 
System treatment MFO dengan aplikasi sparator :
- Pemisahan kandungan lumpur, kotoran padat dan air jenuh dengan cara pengendapan berdasar berat jenis dengan bantuan pemanasan pada temp 60 degC
- Pemisahan partikel MFO berdasarkan berat jenis dengan sparator, partikel ukuran >30 micrometer dan air dibuang
- Penyimpanan MFO siap dipergunakan dan menahan terjadinya pengumpalan partilekel dengan pemanasan pada temp 90 degC
- Menetapkan viscositas MFO sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan mesin diesel dengan pemanasan (akan disertakan tabel pemanasan yang dibutuhkan berdasar jenis MFO)
 
Pada system treatment MFO dengan aplikasi sparator, MFO yang dihasilkan adalah dry fuel (kandungan air sangat rendah)
 
System treatment MFO dengan aplikasi homogenizer :
- Pemisahan kandungan lumpur, kotoran padat dan air jenuh dengan cara pengendapan berdasar berat jenis dengan bantuan pemanasan pada temp 60 degC
- Pemecahan partikel MFO untuk mendapatkan ukuran partikel sebesar 5 - 20 mikrometer menggunakan homogenizer jenis sludge reduction
- Penyimpanan MFO siap dipergunakan dan menahan terjadinya pengumpalan partilekel dengan pemanasan pada temp 90 degC
- Menetapkan viscositas MFO sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan mesin diesel dengan pemanasan (akan disertakan tabel pemanasan yang dibutuhkan berdasar jenis MFO)
- Pengoptimalan MFO untuk pemecahan ulang partikel, menurunkan crack / kerusakan MFO, dan menghomogenkan MFO dan kandungan air, sehingga pembakaran mesin diesel menjadi sempurna, menurunkan kadar NOx dari gas buang dan menurunkan temperatur ruang bakar
 
Pada system treatment MFO dengan aplikasi homogenizer, MFO yang dihasilkan adalah dry fuel (kandungan air sangat rendah ) dan wet fuel (kandungan air max 10% dengan menginjeksi kan air).
Wet fuel dapat meningkatkan performa mesin karena menghasilkan gas H2 dan CH4, menurunkkan NOx lebih banyak, menurunkan panas dalam ruang bakar sehingga mesin dapat dibebani lebih tinggi.
System treatment MFO dengan aplikasi homogenizer tidak menghasilkan sampah minyak seperti pada treatment MFO dengan aplikasi sparator sehingga ramah lingkungan dan lebih optimal dalam penggunaan bahan bakar.
 
Peralatan Treatment MFO :
 
Alur system treatment MFO dengan aplikasi sparator :
1.Storage Tank
- Penimbun cadangan bahan bakar
- Pengendap lumpur, kotoran padat dan kandungan air jenuh
 
2.Daily tank
- Penyimpan sementara MFO siap disaring / disparasi
- Menurunkan kandungan air lebih lanjut
- Menahan pengumpalan partikel MFO menjadi aspal
- Pemanas dan menjaga panas MFO pada 60 - 75 degC
 
3.Sparator
- Pemisahan air, partikel MFO berdasar berat jenis
- Pemanas MFO pada 90 degC
(sparator hanya akan bekerja pada temp 90 degC)
 
4.Settling Tank
- Penyimpan sementara MFO siap dipergunakan mesin diesel
- Menjaga Panas MFO pada 90 degC
 
5.Preheating
- Menetapkan viscositas MFO sebelum masuk sistem bahan bakar mesin diesel
 
6.Change Over
- Pengubah saluran bahan bakar menuju mesin diesel dengan pilihan Solar/HSD dan MFO ( untuk start up, mesin diesel memerlukan bahan bahar Solar/HSD )
 
7.Over Flow Tank
- Penampung bahan bakar yang berlebih dari mesin diesel
 
8.Sludge Tank
- Penampung sludge / MFO dengan partikel besar dan air dari sparator
 
Peralatan system treatment MFO dengan aplikasi sparator :
1.Storage Tank
- Valve
- Level Control
- Pre Filter 250 mikrometer
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Heat Exchanger
 
2.Daily tank
- Valve
- Level Control
- Pre Filter 250 mikrometer
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Heat Exchanger
 
3.Sparator
- Valve & Regulating valve
- Pre Filter 250 mikrometer
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Pressure Control
- Heat Exchanger
- Flow Sensor
- Speed Control
- Dosing Pump
(peralatan diatas include dalam paket penjualan sparator)
 
4.Settling Tank
- Valve
- Level Control
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Heat Exchanger
 
5.Preheating
- Valve
- Auto Pre Filter 30 mikrometer
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Heat Exchanger
- Viscosity sensor
- Deaerator
- Flow Meter
- Pressure Sensor
 
6.Change Over
- Valve & 3 way Valve
- Auto Filter 30 mikrometer
- Gear Pump
- Thermo Couple
- Deaerator
 
7.Over Flow Tank
- Valve
- Level Control
- Gear Pump
 
8.Sludge Tank
- Valve
- Level Control
 
Seluruh system perpipaan dilengkapi heater yang menempel sepanjang jalur untuk menghindari pengumpalan MFO dalam pipa, heater dapat berupa pipa tembaga yang dialiri minyak panas dari Oil Heater yang dikenal dengan Thermo Oil Heater atau kabel heating, berupa kabel yang berisi elemen wolfram yang dibungkus isolator berbahan teflon
 
berlanjut pada artikel MFO - Marine Fuel Oil Part-2